Minggu, 26 Juli 2009

Dak Keramik Keraton Pengganti Dak Beton

Makin mahalnya biaya pembangunan rumah membuat setiap penemuan teknologi yang memungkinkan penghematan selalu menarik. Bukan hanya bagi yang sedang membangun rumah, tapi juga bagi yang ingin meningkatkan kapasitas rumahnya. Pembuatan dak (lantai atas) pada rumah dua lantai atau lebih misalnya, selama ini lazimnya memakai cor beton.
Cara itu bukan hanya lambat tapi juga butuh biaya besar. Perlu waktu setidaknya tiga minggu hingga hasil coran mengering. Pembuatan beton coran pun ribet. Butuh molen untuk membuat adukan cor, dan kayu perancah untuk menopang penampang cetakan beton, selain tenaga kerja yang banyak. Sebelum hasil cor mengering, ubin di lantai bawah otomatis belum bisa dipasang.


Karena itu sebagai solusi terhadap persoalan itu, muncul penemuan dak instan yang tinggal pasang yang membuat pembangunan lantai atas bisa lebih cepat dan efisien. Kekuatannya diklaim sama dengan dak dari cor beton.

KUAT DAN RINGAN


Di luar negeri teknologi plat lantai instan itu sudah lama berkembang. Di Indonesia tipe-tipe konstruksi plat lantai atas alternatif seperti keraton dan blockvloer itu muncul lebih telat. Beberapa merek yang beredar adalah Wina ceiling brick dan Dwidjo blockvloer.


Wina ceiling brick merupakan satuan blok keramik yang dibuat melalui proses pembakaran tanah liat di atas suhu 1.050 derajat celcius. Sedangkan Dwidjo blockvloer atau disebut juga baliton (balok lantai beton) memakai semen, pasir, batu sebagai pengisinya. Panjang per satuan 25 x 20 cm dengan lebar 10 dan 12 cm dan berat 4 - 5 kg.


Berbeda dengan cor beton biasa, blok-blok ini memiliki rongga di dalamnya yang berfungsi sebagai isolator panas dan dingin. "Rongga itu memungkinkan ruang di bawah tidak panas," ujar Dwi Pudjo W, pematen Dwidjo blockvloer.


Walau berupa satuan, kekuatan plat lantai alternatif ini sama dengan cor beton konvensional, mampu menahan beban sekitar 350 kg/m2. Sementara beratnya lebih ringan sekitar 40 persen atau 180 kg/m2, dibanding dengan cor beton biasa.


TANPA PERANCAH

Pemasangan sangat hemat waktu dan biaya, karena tidak memerlukan perancah (bekisting) untuk menopang cetakan seperti pada pembuatan dak konvensional. Jadi, pemakaian kayu perancah, juga triplek untuk alas cetakan, dan besi beton bisa diminimalisir. Pembuatan dak tidak mengganggu aktivitas di lantai bawah seperti pemasangan ubin atau keramik.


Sebelum dipasang, satuan blok dirakit memanjang sesuai ukuran yang dibutuhkan, maksimal 4 meter. Khusus untuk keraton dianjurkan direndam dulu sekitar 15 menit hingga keramik benar-benar jenuh air. Masukkan besi tulangan di antara bentangan blok baru tutup rapat dengan adukan semen dan pasir. Diamkan sekitar 3 - 7 hari hingga bentangan blok mengeras.

Keuntungan menggunakan Dak Keraton (Keramik Komposit Beton)

1. Bobotnya lebih ringan (sekitar 130-150 kg/m2) dibandingkan dengan beton (sekitar 288 kg/m2).

Ini karena Keraton memiliki rongga didalamnya dan material pembentuknya adalah tanah liat. Bobot yang ringan ini menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu, menurut Ir. Bambang Mursodo, keuntungan bobot yang ringan akan memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan.

2. Ekonomis dibandingkan dengan beton.

Dak beton dibentuk dari pasir, batu pecah dan semen kemudian diberi tulangan baja. Bila menggunakan keraton, maka pemakaian beton dapat dihemat hingga 60%. Ini karena pengecoran beton hanya dilakukan pada lapisan diatas keraton (setebal 1-3cm) dan celah antara satu keraton dengan keraton lainnya. Tulangan baja yang digunakannya pun juga lebih sedikit karena menggunakan sistem tulangan searah.

3. Cepat

Bila menggunakan beton, plat/dak lantai harus diberi bekisting untuk menahan cetakannya. Sedangkan dengan keraton anda tidak perlu menggunakan cetakan dan bekisting dalam jumlah yang banyak. Bekisting hanya diletakkan pada ujung tumpuan balok. Karena keuntungan ini, anda dapat membuat plat/dak beton tanpa harus membongkar atap rumah keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, bila rumah anda dibangun dari awal dengan menggunakan bekisting yang minim, pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera diselesaikan tanpa harus menunggu selesainya pembuatan plat/dak beton di atasnya.

4. Isolator

Rongga didalam bata keraton ini juga memberikan keuntungan tambahan yaitu dapat meredam panas dan bunyi karena berfungsi sebagai isolator.


1 komentar:

  1. apakah keamanannya terjamin, mengingat pengaitnya hanya satu arah saja (one way slab)

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya
Aku hanya orang biasa yang berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar

Pengikut